Cara Sehat Agar Pria Makin Jantan

img

Kepuasan seksual sering dikaitkan dengan masalah ereksi yang berimplikasi pada kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ereksi yang lebih kuat dan lama.

“Disfungsi ereksi (impotensi) tidak hanya sekedar tidak dapat melakukan hubungan seksual, tapi ini merupakan diagnosis dini untuk memprediksi adanya serangan jantung dan kerusakan arteri yang disebabkan karena penyakit kardiovaskular,” ujar Christopher Steidle, M.D., profesor klinis urologi di Indiana University medical center di Fort Wayne, seperti dilansir dari MensHealth, Selasa (7/9/2010).

Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ereksi yang lebih kuat dan lama yang juga melawan impotensi, yaitu sebagai berikut:

1. Mengonsumi Blackberry (buah berry)
Buah-buahan berwarna gelap seperti blackberry, bilberry dan elderberry mengandung banyak anthocyanin, yaitu antioksidan yang dapat bertindak sebagai ‘penjamin’ terjadinya ereksi yang kuat.

Penis dapat mengalami ereksi sebagian dipengaruhi oleh ketersediaan oksida nitrat, yaitu bahan kimia yang terdapat di pembuluh darah. Ketika banyak radikal bebas dalam aliran darah, maka oksida nitrat dapat turun ke bawah menuju penis dan mempengaruhi kemampuan ereksi seseorang.

Dengan masuknya kandungan anthocyanin dalam tubuh, maka antioksidan ini dapat menyerang radikal bebas sebelum terjadi pengurangan kadar oksida nitrat.

2. Berhenti merokok
Secara jelas, diketahui bahwa rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker paru-paru dan kanker kandung kemih. Tak hanya itu, rokok juga menyebabkan terjadinya kerusakan arteri yang menggandakan risiko total disfungsi ereksi pada pria.

3. Segera atasi stres

Stres tidak hanya merupakan masalah psikologis, tapi lebih dari itu, stres dapat lebih berbahaya. Pada saat stres, tubuh melepaskan epinefrin, yaitu adrenalin yang masuk ke dalam arteri, yang perlahan-lahan dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah dan menggagalkan terjadinya ereksi.

4. Berhenti mendengkur
Jangan sepelekan mendengkur, karena gangguan tidur ini dapat merusak kehidupan seksual Anda. Hal ini karena pada saat mendengkur, Anda ‘merampok’ kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk membuat jaringan tubuh tetap sehat.

Jaringan yang ada di penis merupakan jaringan yang sangat sensitif. Jadi, mendengkur dapat berefek pada kemampuan ereksi pria.

5. Mengonsumsi dark-chocolate (coklat hitam)
Dark chocolate merupakan obat yang ampuh mengatasi disfungsi ereksi. Dark chocolate mengandung epicatechins dan flavonoid yang dapat memicu pelepasan bahan kimia dalam pembuluh darah atau endotelium, yang merupakan lapisan arteri. Dark chocolate dapat meningkatkan pelebaran pembuluh darah yang akhirnya dapat menguatkan ereksi.

6. Turunkan kadar estrogen dengan mengurangi berat badan

Estrogen dikenal sebagai hormon seks wanita, tetapi pria pun memiliki hormon estrogen yang secara normal dalam kadar yang tidak terlalu tinggi. Bila seorang pria memiliki kadar estrogen yang tinggi, maka jelas akan mempengaruhi kemampuan ereksinya.

Pria lebih sulit untuk mengubah testosteron menjadi estrogen, tapi dengan mengurangi berat badan, pria mampu menyingkirkan kelebihan estrogen dan menempatkan kehidupan seksnya kembali ke ‘jalur’ yang benar.

7. Akupunktur
Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam International Journal of Impotence Research menunjukkan bahwa akupunktur dapat membantu mengobati disfungsi ereksi yang disebabkan secara psikogenik, yaitu kesulitan dengan keseimbangan sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

8. Perkuat otot

Latihan yang dapat memperkuat otot seperti latihan dasar panggul alias Kegel dapat memperkuat ereksi pada pria. Melakukan latihan Kegel setiap hari selama enam bulan dapat mengembalikan fungsi seksual menjadi normal.

Agar Selalu Ereksi

Menurut Graham Masterton dalam bukunya, Wild In Bed Together, kinerja puncak seks adalah 10 persen kemampuan fisik, 20 persen pengalaman dan pengetahuan, dan 60 persen kontrol mental. Pikiran sadar memang dibutuhkan agar dapat ereksi.

Namun, jika pria dapat melatih dirinya, maka yang didapatkan adalah pertahanan konsentrasinya agar dapat ereksi dengan baik. Untuk itu, Graham memberikan beberapa kiat yang dapat dicoba.

1. Jangan gugup
Apabila bercinta, jangan terlalu mengkhawatirkan diri apakah bisa ereksi atau tidak. Anda tak perlu memercayai apa pun untuk membuktikan kejantanan dengan tidak bisa ereksi. Ingatlah, wanita sebetulnya paham bahwa pria tak selalu bisa ereksi. Mereka hanya tidak enak dengan pria yang selalu tak bisa ereksi.

2. Jangan pikirkan ereksi saja
Lebih baik pikirkan saja bagaimana caranya memuaskan pasangan. Misalnya, mengetahui bagian mana dari pasangan yang paling suka disentuh.

3. Ajak pasangan untuk membantu
Kesulitan hendaknya dibagi dengan pasangan Anda. Jangan minta maaf dan cari alasan karena itu bukan semata kesalahan Anda. Hal ini sama dengan tugas pasangan merangsang Anda sebelum bersetubuh.

4. Jangan terburu-buru
Janganlah terburu-buru melakukan penetrasi karena berpikir mumpung selagi ereksi agar supaya jangan lemas lagi. Cara ini malah hanya menambah kecemasan dan meningkatkan peluang Anda untuk lemas lagi.

Kacang Ini Bikin Gampang Ereksi

Seperti yang dipublikasikan dalam edisi terbaru International Journal of Impotence Research: The Journal of Sexual Medicine, kebiasaan mengonsumsi pistachio dapat memperbaiki fungsi seksual pada pria yang memiliki gejala impotensi atau disfungsi ereksi (DE).

Para peneliti di Turki melibatkan para relawan yang diberikan camilan 100 gram  pistachio (sekitar satu cangkir) pada saat makan siang. Konsumsi dilakukan setiap hari selama tiga pekan. Pada akhir penelitian ditemukan, 17 relawan mencatat skor 50 persen yang lebih baik pada kuisioner seputar DE dibandingkan skor mereka sebelum konsumsi kacang.

Para relawan ini juga menunjukkan perbaikan pada fungsi ereksi, kepuasan saat berhubungan intim, fungsi orgasme, dan gairah seksual. Bahkan, aliran darah menuju penis juga menunjukkan peningkatan sekitar 22 persen melalui pengukuran ultrasound.

“Kacang pistachio mengandung asam amino non-esensial arginine yang relatif tinggi, yang tampaknya dapat mempertahankan fleksibilitas pembuluh arteri dan meningkatkan aliran darah dan memicu nitrat oksida, zat yang melenturkan pembuluh darah,” ungkap salah seorang peneliti, Mustafa Aldemir, dari Atatürk Teaching and Research Hospital di Turki.

Para relawan pria yang terlibat penelitian ini juga dilaporkan menunjukkan perbaikan kadar kolesterol yang signifikan. Hal ini dikarenakan pistachios juga kaya akan asam lemak tak jenuh, serat, dan plant sterol. Riset sebelumnya juga menunjukkan adanya hubungan antara level kolesterol dan impotensi atau DE.

Meskipun temuan ini dapat menggoda Anda untuk segera membeli kacang pistachio, para peneliti menegaskan bahwa hasil penelitian ini masih dalam tahap awal. Jadi, bila Anda memang sedang mengalami problem fungsi seksual, berkonsultasi dengan dokter adalah langkah paling bijak daripada sekadar mengudap kacang impor ini.

Kekerasan Ereksi Tidak Optimal

Sekitar 25 persen lelaki di Indonesia memiliki kekerasan ereksi tidak optimal. Fakta ini tak berbeda jauh dengan tingkat Asia Pasifik, di mana satu dari empat lelaki mengalami hal serupa. Padahal kepuasan pasangan terhadap kekerasan ereksi terkait erat dengan kepuasan seksual pasutri, yang kelak dapat mempengaruhi kualitas hidup berpasangan maupun individual.

Hasil survei Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness (APSHOW) di 13 negara (termasuk Indonesia) 2008 lalu  menemukan, terdapat korelasi antara kepuasan seksual pasutri dengan kepuasan hidup secara umum. Termasuk kebahagiaan dalam hidup berkeluarga serta peran individu sebagai suami atau istri.

Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, mengatakan bahwa pasutri bisa meraih keharmonisan dan kebahagiaan lebih optimal, dengan pemahaman seksual yang tepat.

Menurut Prof Wimpie, angka perceraian di Jakarta cukup tinggi, karena masalah seksual yang tidak terungkap. Termasuk di antaranya masalah disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi (DE) adalah kondisi saat pria tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual.

Untuk mengukur DE, bisa dengan mengikuti tes Erection Hardness Score (EHS). Dalam presentasinya mengenai masalah seksual beberapa waktu lalu, Prof Wimpie menyebutkan empat skala ereksi.

Skala 1 (Severe Erectile Dysfunction)
Penis membesar namun tidak mengeras, seperti tapai. Menurut Prof Wimpie, DE skala ini termasuk derajat berat.

Skala 2 (Moderate Erectile Dysfunction)
Penis keras namun tidak cukup keras untuk penetrasi, seperti pisang. DE skala ini terbilang moderat, penis membesar namun tidak cukup keras.

Skala 3 (Suboptimal Erection)
Penis cukup keras untuk penetrasi namun tidak sepenuhnya keras, seperti sosis. Ereksi seperti ini tidak optimal walaupun masih bisa melakukan hubungan seks. DE skala ringan ini cenderung tidak disadari oleh lelaki. Kebanyakan lelaki di Indonesia berada pada skala ini, kata Prof Wimpie.

Skala 4 (Optimal Erection)
Penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya, seperti timun. Dari penelitian APSHOW, lelaki dengan EHS skala 4 lebih sering melakukan hubungan seksual dan lebih merasa puas. Dampaknya lebih memiliki pola pikir positif dalam hidupnya.

Prof Wimpie juga menjelaskan perbandingannya. Pria dengan EHS 4 lebih optimis dengan hidupnya secara umum (38 persen) dibandingkan pria dengan EHS 3 (28 persen). Optimis dengan hubungannya (45 persen : 34 persen), memiliki keseimbangan hidup (38 persen : 29 persen), dan memiliki kesempatan untuk maju dalam hidup (33 persen : 23 persen).

Faktanya, tak hanya lelaki yang menginginkan skala ereksi lebih optimal. Perempuan pasangannya tentu juga ingin meningkatkan kepuasan seksual, dengan ereksi suami yang lebih optimal. Bahkan 88 persen perempuan mengaku kurang puas dengan kekerasan ereksi pasangannya (data APSHOW 2008).