Pria Lebih Tahan Osteoporosis


Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 3 perempuan yang berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, sedangkan pada laki-laki rasionya adalah 1 dari 8 laki-laki.

Saat osteoporosis tulang menjadi lemah dan mudah patah akibat kepadatannya yang hilang. Tapi proses hilangnya kepadatan tulang ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi kemampuan laki-laki untuk lebih tahan terhadap osteoporosis dibanding perempuan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (12/3/2011) yaitu:

1. Laki-laki tidak mengalami perubahan hormon seperti perempuan
Dalam waktu 5-7 tahun setelah menopause perempuan akan mengalami perubahan hormonal seperti kadar estrogen yang berkurang sehingga menyebabkan hilangnya massa tulang dengan kecepatan tinggi. Karena laki-laki tidak mengalami perubahan hormon maka mereka tidak kehilangan kepadatan tulang secepat perempuan.

2. Laki-laki memiliki kerangka tulang yang lebih besar
Faktor tambahan yang membuat laki-laki lebih tahan osteoporosis adalah ukurannya. Laki-laki diketahui memiliki kerangka tulang yang lebih besar sehingga memakan waktu lebih lama untuk mengembangkan kepadatan tulang rendah atau osteopenia.

3. Akumulasi massa tulang lebih cepat pada laki-laki
Sebagian besar laki-laki mencapai puncak massa tulang yang lebih besar dibanding perempuan. Akumulasi massa tulang pada laki-laki yang terjadi lebih cepat dan lebih awal ini bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Meski demikian bukan berarti laki-laki terbebas dari osteoporosis, hanya saja risikonya sedikit lebih rendah dibanding perempuan. Untuk meningkatkan kesehatan  serta menghambat hilangnya kepadatan tulang bisa dicapai melalui pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik khususnya latihan angkat beban.

Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 3 perempuan yang berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, sedangkan pada laki-laki rasionya adalah 1 dari 8 laki-laki.

Saat osteoporosis tulang menjadi lemah dan mudah patah akibat kepadatannya yang hilang. Tapi proses hilangnya kepadatan tulang ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi kemampuan laki-laki untuk lebih tahan terhadap osteoporosis dibanding perempuan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (12/3/2011) yaitu:

1. Laki-laki tidak mengalami perubahan hormon seperti perempuan
Dalam waktu 5-7 tahun setelah menopause perempuan akan mengalami perubahan hormonal seperti kadar estrogen yang berkurang sehingga menyebabkan hilangnya massa tulang dengan kecepatan tinggi. Karena laki-laki tidak mengalami perubahan hormon maka mereka tidak kehilangan kepadatan tulang secepat perempuan.

2. Laki-laki memiliki kerangka tulang yang lebih besar
Faktor tambahan yang membuat laki-laki lebih tahan osteoporosis adalah ukurannya. Laki-laki diketahui memiliki kerangka tulang yang lebih besar sehingga memakan waktu lebih lama untuk mengembangkan kepadatan tulang rendah atau osteopenia.

3. Akumulasi massa tulang lebih cepat pada laki-laki
Sebagian besar laki-laki mencapai puncak massa tulang yang lebih besar dibanding perempuan. Akumulasi massa tulang pada laki-laki yang terjadi lebih cepat dan lebih awal ini bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Meski demikian bukan berarti laki-laki terbebas dari osteoporosis, hanya saja risikonya sedikit lebih rendah dibanding perempuan. Untuk meningkatkan kesehatan  serta menghambat hilangnya kepadatan tulang bisa dicapai melalui pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik khususnya latihan angkat beban.

Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 3 perempuan yang berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, sedangkan pada laki-laki rasionya adalah 1 dari 8 laki-laki.

Saat osteoporosis tulang menjadi lemah dan mudah patah akibat kepadatannya yang hilang. Tapi proses hilangnya kepadatan tulang ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi kemampuan laki-laki untuk lebih tahan terhadap osteoporosis dibanding perempuan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (12/3/2011) yaitu:

1. Laki-laki tidak mengalami perubahan hormon seperti perempuan
Dalam waktu 5-7 tahun setelah menopause perempuan akan mengalami perubahan hormonal seperti kadar estrogen yang berkurang sehingga menyebabkan hilangnya massa tulang dengan kecepatan tinggi. Karena laki-laki tidak mengalami perubahan hormon maka mereka tidak kehilangan kepadatan tulang secepat perempuan.

2. Laki-laki memiliki kerangka tulang yang lebih besar
Faktor tambahan yang membuat laki-laki lebih tahan osteoporosis adalah ukurannya. Laki-laki diketahui memiliki kerangka tulang yang lebih besar sehingga memakan waktu lebih lama untuk mengembangkan kepadatan tulang rendah atau osteopenia.

3. Akumulasi massa tulang lebih cepat pada laki-laki
Sebagian besar laki-laki mencapai puncak massa tulang yang lebih besar dibanding perempuan. Akumulasi massa tulang pada laki-laki yang terjadi lebih cepat dan lebih awal ini bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Meski demikian bukan berarti laki-laki terbebas dari osteoporosis, hanya saja risikonya sedikit lebih rendah dibanding perempuan. Untuk meningkatkan kesehatan  serta menghambat hilangnya kepadatan tulang bisa dicapai melalui pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik khususnya latihan angkat beban.

Data statistik menunjukkan bahwa 1 dari 3 perempuan yang berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, sedangkan pada laki-laki rasionya adalah 1 dari 8 laki-laki.

Saat osteoporosis tulang menjadi lemah dan mudah patah akibat kepadatannya yang hilang. Tapi proses hilangnya kepadatan tulang ini berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi kemampuan laki-laki untuk lebih tahan terhadap osteoporosis dibanding perempuan, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (12/3/2011) yaitu:

1. Laki-laki tidak mengalami perubahan hormon seperti perempuan
Dalam waktu 5-7 tahun setelah menopause perempuan akan mengalami perubahan hormonal seperti kadar estrogen yang berkurang sehingga menyebabkan hilangnya massa tulang dengan kecepatan tinggi. Karena laki-laki tidak mengalami perubahan hormon maka mereka tidak kehilangan kepadatan tulang secepat perempuan.

2. Laki-laki memiliki kerangka tulang yang lebih besar
Faktor tambahan yang membuat laki-laki lebih tahan osteoporosis adalah ukurannya. Laki-laki diketahui memiliki kerangka tulang yang lebih besar sehingga memakan waktu lebih lama untuk mengembangkan kepadatan tulang rendah atau osteopenia.

3. Akumulasi massa tulang lebih cepat pada laki-laki
Sebagian besar laki-laki mencapai puncak massa tulang yang lebih besar dibanding perempuan. Akumulasi massa tulang pada laki-laki yang terjadi lebih cepat dan lebih awal ini bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis.

Meski demikian bukan berarti laki-laki terbebas dari osteoporosis, hanya saja risikonya sedikit lebih rendah dibanding perempuan. Untuk meningkatkan kesehatan  serta menghambat hilangnya kepadatan tulang bisa dicapai melalui pola makan yang tepat dan meningkatkan aktivitas fisik khususnya latihan angkat beban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s