Kondom yang lebih ramah lingkungan


Kondom banyak terbuat dari bahan lateks yang kadang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Tapi sebuah perusahaan menciptakan kondom yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi perempuan.

Berdasarkan U.S. office of the Global AIDS Coordinator diketahui bahwa 9 dari 10 perempuan di Afrika tidak memiliki kondom selama lebih dari 2 bulan dan kondom yang tersedia sebagian besar menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi perempuan.

Untuk itu perusahaan kondom ‘Love begins with L.’ yang didirikan oleh wartawan foto independen Talia Frenkel bekerja sama dengan palang merah menciptakan kondom L. yang aman untuk perempuan dan kulit yang sensitif, serta dibuat dengan pelumas bebas gliserin dan paraben yang dirancang untuk meniru pelumas alami tubuh.

Gliserin yang berasal dari non-sayuran bisa menyebabkan masalah seperti infeksi jamur, sedangkan paraben sangat terkait dengan masalah kesehatan. Selain itu kemasan yang dirancang lebih ramah lingkungan dan mengurangi jejak karbon.

Frenkel percaya bahwa seks yang aman adalah hak asasi dari setiap manusia, karena itu diperlukan sikap untuk melindungi dan memberdayakan seksualitas perempuan. Frenkel mulai menyadari pentingnya menggunakan kondom setelah melihat dampak buruk dari HIV/AIDS bagi perempuan dan anak-anak ketika ia bekerja di Afrika.

“Tugas saya mendokumentasikan dampak epidemi ini dan setiap harinya nyawa tak terhitung hilang karena tidak adanya sesuatu yang bisa dibeli oleh masyarakat untuk memberikan perlindungan,” ujar Frenkel, seperti dikutip dari Greenphropet.com, Selasa.

Penyakit HIV/AIDS masih menjadi masalah utama di beberapa negara terutama di sub Sahara Afrika. Dan Frenkel menemukan bahwa kondom seringkali tidak tersedia di sana, padahal menggunakan kondom merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap transmisi HIV/AIDS.

Di Afrika, HIV/AIDS merupakan masalah yang tidak bisa dibayangkan. Sekitar 5.000 transmisi baru terjadi dalam sehari dan 4.000 kematian per hari, hal ini berarti ada sekitar 22 juta kematian akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan kesehatan reproduksi yang lebih baik.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s