Ternyata, Ukuran Penis Etnik Kaukasia & Asia Sama!


cyblbsnukaak-t9

Ukuran Mr P selalu menjadi suatu permasalahan bagi kaum pria. Beberapa pria malah merasa resah atas anggapan maskulinitas ataupun etnik tertentu yang berkaitan dengan ukuran Mr P. Dengan kondisi tersebut, banyak penelitian dilakukan untuk meneliti ukuran alat genital pria.

Salah satunya, penelitian yang dilakukan oleh para seksolog terhadap pria dewasa di Singapura, pada tahun 2000 silam. Dari penelitian tersebut menunjukkan, ukuran panjang penis “standar” rata-rata sepanjang sekira 8 cm saat ereksi dan bertambah menjadi sekira 12 cm pada saat ereksi. Ukuran lingkar penis sekira 8,5 cm pada saat tidak ereksi dan sekira 11 cm pada saat ereksi.

Berdasarkan penelitian ini, seksolog Prof DR Dr Wimpie Pangkahila Sp, And, melalui buku Seni Menikmati Seks mengungkapkan, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ukuran penis pria dengan etnik China, India, dan Melayu, baik pada saat ereksi maupun saat ereksi.

Penelitian ukuran penis terhadap etnik Kaukasia yang dilakukan oleh Wellas dan kawan-kawan pada tahun 1996 menunjukkan, ukuran panjang rata-rata penis 8,8 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,9 cm pada saat ereksi. Sementara ukuran lingkarnya 9,7 cm dalam keadaan tidak ereksi dan menjadi 12,3 cm pada saat ereksi.

Dari dara di atas, tampak bahwa ukuran penis pada umumnya tidak terlalu jauh berbeda antaretnik. Data ini sekaligus membantah informasi yang salah, yang seakan-akan telah menjadi mitos bahwa etnik tertentu mempunyai ukuran penis yang luar biasa.

Lantas pertanyaannya kini, apakah ukuran penis yang tidak sesuai harapan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi?

Pada umumnya, perasaan yang tidak sesuai dengan harapan muncul karena membandingkan ukuran penisnya dengan penis orang lain, terutama dengan bintang film porno yang memang sengaja mengekspoitasi seks secara “brutal” dan “tak mendidik”. Padahal secara fisik, sebenarnya ukuran penis tidak menentukan bagi fungsi seksual pada umumnya, asal perkembangannya sudah mencapai tahap perkembangan yang normal.

Tetapi secara psikis, tidak sedikit pria yang merasa ukuran penisnya tidak terlalu kecil atau tidak sesuai dengan harapan, kemudian mengalami hambatan psikis yang mengakibatkan disfungsi ereksi. Hambatan psikis dapat berupa rasa rendah diri, rasa malu atau tidak percaya diri.

Hambatan psikis terasa semakin kuat jika pasangannya memberikan reaksi yang semakin membenarkan anggapan, bahwa ukuran penisnya tidak sesuai dengan harapan juga.

Gimana guys menurut kalian? Jangan lupa untuk menuliskan pengalaman pribadi kalian di kolom komentar ya.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s