Viagra juga bisa memicu ketergantungan


Bukan hanya ganja atau narkotika, Viagra juga bisa memicu ketergantungan pada pria bahkan sejak umur 20-an tahun. Padahal obat ini lazimnya dipakai pria dewasa yang mengalami masalah ereksi karena berbagai faktor terkait proses penuaan.

Seiring bertambahnya usia, penyakit-penyakit kronis serta penurunan fungsi berbagai sistem organ bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Pada gangguan fisik semacam ini, obat kuat seperti Viagra (Sildenafil) bisa menyelamatkan kehidupan seksualnya.

Pada pria sehat, obat kuat bukan menjadi kebutuhan pokok apalagi saat usianya masih 20-an tahun. Kalaupun ada masalah ereksi, kebanyakan di usia itu pemicunya adalah faktor psikologis yang tidak bisa diatasi hanya dengan Viagra dan sejenisnya.

Salah seorang korban kecanduan Viagra adalah Nick, pria Inggris yang kini masih berusia 20-an tahun. Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, ia mengaku tak pernah bisa berhubungan seks jika tidak minum tablet berwarna biru tersebut terlebih dahulu.

Parahnya lagi ia mengonsumsi viagra seperti orang ketagihan narkotika yakni dengan sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Victoria, pasangannya. Biasanya ia minum obat tersebut pada pagi hari, meski ia sendiri sulit memprediksi kapan pasangannya akan mengajaknya bercinta.

Seorang terapis gangguan seks di London, Raymond Francis mengaku dalam sebulan bisa menemukan 15 pasien yang mengalami kondisi seperti Nick. Pria-pria muda itu tidak bisa berhubungan seks tanpa Viagra, meski secara fisik tidak punya penyakit yang berisiko memicu impotensi.

Menurutnya, pria-pria seperti Nick umumnya hanya memiliki masalah dengan rasa percaya diri. Pada masa kini, pria dan wanita sama-sama menempatkan seks sebagai kebutuhan sehingga pria-pria yang hanya mau cari enak sendiri jadi khawatir tidak bisa memuaskan pasangannya.

Dugaan ini diakui juga oleh Nick, yang mulai mengalami gangguan ereksi sejak umur 12 tahun. Sejak pertama kali nonton film dewasa, ia mengalami depresi karena melihat aktor-aktor porno yang mampu menjaga alat kelaminnya tetap ereksi hingga berjam-jam.

Sejak saat itu, Nick kehilangan rasa percaya diri atas kejantanannya sehingga mulai melirik Viagra. Obat kuat yang dibelinya melalui internet tersebut rupanya bukan solusi yang baik, malah belakangan memicu kecanduan dan menjadi masalah baru baginya.

Selain Viagra yang isinya sildenafil, obat kuat yang sering disalahgunakan oleh pria muda antara lain Cialis (Tadalafil) dan Levitra (Vardenafil). Ketiganya merupakan golongan obat penghambat Phosphidiesterase-5 (PDE-5), yakni enzim yang dibutuhkan untuk ereksi.

Hati-hati kecanduan viagra ya guys, jangan lupa untuk menceritakan pengalaman kalian di kolom komentar.

@berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s