Mitos mengenai kebotakan


Kebotakan adalah salah satu hal yang paling ditakutkan oleh laki-laki dan sebisa mungkin dicegah. Namun masih banyak hal-hal yang salah kaprah mengenai kebotakan.

Sebagian besar orang masih penasaran mengapa seseorang lebih rentan mengalami kebotakan dibanding yang lain. Karenanya para peneliti berusaha menggali lebih dalam mengenai kebotakan agar bisa menciptakan pengobatan yang tepat.

Berikut ini beberapa mitos yang berkembang dan masih dipercaya oleh masyarakat mengenai kebotakan, seperti dikutip dari Askmen,  yaitu:

1. Botak hanya terjadi pada orang tua
Hal ini jelas-jelas salah karena kenyataannya kebotakan pada laki-laki bisa dimulai sejak usia remaja. Tidak hanya itu, kebotakan justru paling umum terjadi pada laki-laki usia 20-30an tahun.

2. Botak dipengaruhi oleh gen dari ibu
Studi yang dilakukan tahun 2008 menemukan bahwa gen rambut rontok diindikasikan berasal dari salah satu orangtua, tapi tidak dijelaskan dari pihak ibu atau ayah. Hal ini menunjukkan bahwa gen kebotakan bukan hanya berasal dari ibu, tapi bisa juga diturunkan dari ayah.

3. Gel, hairspray dan shampoo yang berlebihan bisa menyebabkan botak
Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa bahan kimia dalam gel serta hairspray bisa memicu kebotakan, sehingga kabar tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya.

4. Tanning bisa memicu kebotakan
Tanning memang bisa menyebabkan beberapa masalah seperti melanoma dan kanker kulit lainnya, tapi tidak untuk kebotakan rambut. Meski begitu seseorang sebaiknya tidak terlalu sering melakukan tanning.

5. Seseorang bisa menumbuhkan folikel rambut baru
Para ahli dari Bosley Medical mengungkapkan bahwa jumlah folikel rambut yang didapatkan saat lahir adalah sama, dan satu-satunya cara untuk mendapatkan folikel rambut baru adalah melalui transplantasi.

6. Stres bisa memicu kebotakan
Stres yang kronis bisa mempengaruhi tubuh dan pikiran, meski membuat rambut rontok tapi stres tidak menyebabkan kebotakan. Berdasarkan Mayo Clinic ada 3 jenis kerontokan rambut yaitu alopesia areata (sel darah putih merebut folikel sehingga mengehentikan pertumbuhan rambut), telogen effluvium (rambut memasuki fase istirahat yang panjang) dan trichotillomania (penyakit mental yang menarik rambut secara kompulsif).

7. Memakai topi bisa memicu kebotakan
Tidak ada bukti ilmiah kuat untuk mendukung mitos ini. Jika topi yang digunakan tidak terlalu ketat, tidak terlalu lama dan disertai dengan perawatan rambut yang baik, maka topi tidak akan menjad penyebeb kerontokan rambut.

@http://www.detikhealth.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s