Pria Jarang Cuci Tangan Setelah dari Kamar Mandi


Tim peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine melakukan penelitian terhadap hampir 200.000 orang yang dimonitor menggunakan sensor elektronik yang dipasangkan di dalam kamar mandi yang ada di sepanjang jalan raya di Inggris.

Peneliti mendapatkan hanya sepertiga (30 persen) dari keseluruhan jumlah laki-laki yang cuci tangan setelah menggunakan kamar mandi. Sementara untuk jumlah perempuannya didapatkan sekitar 64 persen perempuan melakukan cuci tangan. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam American Journal of Public Health.

Berbagai pesan yang muncul di kamar mandi digunakan untuk menentukan cara terbaik memotivasi orang agar cuci tangan, seperti “Air tidak membunuh kuman, tapi sabun bisa” dan “Jangan sampai Anda tidak menggunakan sabun untuk membersihkan yang kotor” ternyata tidak terlalu efektif. Tapi jika pesan yang ditulis adalah “Apakah orang di sebelah Anda mencuci tangan pakai sabun?”, maka pesan ini sangat membantu meningkatkan kampanye mencuci tangan pakai sabun.

Ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang akan merespons sesuatu hal ketika orang tersebut berpikir ada orang lain yang mengawasi dirinya, yang berarti masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan cuci tangan pakai sabun setelah menggunakan kamar mandi.

“Perempuan cenderung untuk merespons segala sesuatu yang mudah diingat, sedangkan kaum lelaki akan memberikan respons terbaiknya jika melibatkan suatu hal yang dapat membuatnya malu,” ujar salah satu peneliti, seperti dikutip dari Washington Post.

@http://www.detikhealth.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s