Faktor Seseorang Menjadi Gay


1.FAKTOR BIOLOGIS

lelaki dan wanita mempunyai kromosom yg berbeda, seorang lelaki mempunyai kromosom XY dan wanita XX. seorang anak lelaki yg mempunyai kromosom xy dan setelah dewasa mereka memiliki penyimpangan (menjadi gay) itu karena faktor kromosom x untuk wanita saat bayi lebih banyak atau dominan.sehingga seorang lelaki perasaannya lebih banyak mewakilin kromosom x (wanita).artinya tubuhnya lelaki tapi perasaanya lebih ke wanita.

2.FAKTOR PSYCHODYNAMIC

seseorang lelaki yg normal, ketika di meranjak dewasa dan menyukai seorang wanita yg amat dia cintai dan berkorban apa pun untuk wanita tersebut tetapi seorang wanita itu menghianatinya dan menyakiti hatinya dan tanpa dia sadari atau tidak sadari, dia beranggapan wanita itu racun dunia dan tak layak dicintai, maka dia berfikir kenapa tidak mencoba dengan sesama jenis.

ada juga yang sejak kecil  dia (lelaki) di jadikan objek seksual oleh lelaki dewasa (disodomi). pada awal dia menentang, kedua dia merasakan dan ketiga kali terbiasa dan lama kelamaan dia ketagihan dan tak bisa berubah.

3.FAKTOR LINGKUNGAN

seseorang lelaki yg normal bisa menjadi seorang gay karena faktor lingkungan dia tempatnya, bisa juga karena materi ( karena uang dia menjadi gay).tapi kemungkinan itu kecil,tergantung induvidunya yg menyikapi tersebut.

@berbagai sumber

8 thoughts on “Faktor Seseorang Menjadi Gay

  1. mau nanya gan ,, saya punya temen yang pernah cerita bahwa dia gay .. tetapi dia tidak menginginkannya ,, ada cara pencegahannya ga?

    Thank’s

    1. Sebenarnya sangat dibutuhkan kerjasama dalam upaya mengatasinya. Dari diri sendiri tentunya, orang tua, lingkungan, dan sekolah. Artinya, bila kecenderungan itu tampak dalam keseharian.

      Contoh, kecenderungan suka bermain dengan lawan jenis saja, sikap minder bila bergaul dengan sesama jenis, apalagi kecenderungan berpakaian yang justru cenderung feminim, maka harus segera diantisipasi semenja dini.

      Orangtua adalah yang paling wajib mengantisipasi hal itu. Banyak orangtua yang justru bangga melihat anak perempuannya terlihat tomboy, atau anak laki-lakinya terlihat feminim. Mereka bahkan mendukung dengan memberikan pakaian, mainan, dan teman bergaul yang sesuai dengan kecenderungan anaknya tersebut. Ini sangat berbahaya!

      Guru, dan teman-taman juga bisa menjadi penyebab apakah kecenderungan itu akan menurun, atau bahkan bertambah.

      Akan tetapi yang terpenting adalah diri sendiri. Saat seseorang menyadari kecenderungannya yang tidak normal, apalagi ia sudah mengenal hukum-hukum syariat, segera tanamkan sikap “perang” terhadap kecenderungan haram tersebut.

  2. Asumsi dalam tulisan jangan diartikan sempit.
    Saat kita bicara setia? Serius? 1pasangan?
    Ada bbrp syarat yg diajukan seperti ini…
    Mungkin semata” untuk mencari pasangan yg tidak liar!
    =>
    khusus saya,
    cendrung lebih nyaman komunikasi itu dg yg lebih tua (30th keatas).
    Kadang kita butuh obrolan.
    Kadang kita butuh tanggapan dari sebuah masalah.
    Tapi juga tak sedikit gay dewasa yg cuma tua umur,
    ada yg cendrung ego.
    Terlalu berburu sex.
    Bagiku menikah bkn halangan.
    Asal jujur!
    Asal bisa berbagi.
    Tapi tetap masalah jarak harus dibahas. Karena perkenalan tanpa ketemu pasti cm hangat sesaat.
    Mungkin buat anda jarak akan makan ongkos?
    Yaa… Jangan!
    Sama” mengerti & menjunjung privacy.
    Pola pikir matang itu harus!
    Resiko tetap ada dlm setiap perbuatan…
    =>
    salam kenal nih buat yg dewasa” & yg manly”…
    O856-646OO-785

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s