Ukuran Kemaluan Pria Bersaing Ketat dengan Ukuran Ponsel


Tidak perlu kaget jika kelak makin banyak pria yang tidak percaya diri dengan alat vitalnya. Meski sudah banyak yang diperbesar dengan berbagai cara, ukuran rata-rata kemaluan pria makin tidak ada apa-apanya dibanding ukuran ponsel.

Dengan menggunakan perhitungan matematika yang kompleks, seorang pengamat teknologi membuat perbandingan antara ukuran alat kelamin laki-laki dengan ukuran ponsel. Dari masa ke masa, ukuran ponsel cenderung makin besar sedangkan kemaluan pria masih sebesar itu saja.

Ukuran ponsel, khususnya dilihat berdasarkan lebar layarnya memang cenderung makin besar. Paling tidak dengan mencontohkan Samsung Moment keluaran tahun 2009 yang hanya 3,2 inchi, kini sudah jauh lebih besar seperti pada Samsung Galaxy Note keluaran Februari 2012 yang layarnya 5,3 inchi.

Padahal dalam rentang waktu tersebut, ukuran rata-rata kemaluan pria masih stabil di angka 5,6 inchi. Jika tren itu berlanjut, diperkirakan 2 Oktober 2012 akan menjadi ‘hari kiamat’ bagi para pria karena rata-rata ukuran kemaluannya sudah tidak lebih besar lagi dari layar ponsel.

“Grafik kami, yang dibuat berdasarkan rilis ponsel Samsung selama ini menunjukkan bahwa ukuran layar ponsel akan melampaui ukuran penis rata-rata di seluruh dunia pada 2 Oktober 2012,” kata John Herrman, seorang penulis yang membuat perhitungan matematis tersebut seperti dikutip dari BuzzFeed, Kamis (30/8/2012).

Tentunya tidak semua pria akan peduli dengan hal itu, sebab dalam kenyataannya ukuran alat vital tidak terlalu mempengaruhi kepuasan seksual. Begitu pula bagi pasangannya, sentuhan kasih sayang dan perhatian jauh lebih menghadirkan rasa nyaman daripada sekedar ukuran alat vital.

Para pria tidak percaya diri dengan ukuran alat vitalnya, apalagi pembandingnya cuma ponsel, bisa dikategorikan mengalami gangguan kejiwaan yang disebut Body Dismorphic Disorder (BDD). Dalam bahasa awam, gangguan ini diartikan sebagai ketidakpuasan seseorang atas bentuk tubuhnya.

Sayangnya tidak sedikit pria mengalami gangguan ini, salah satunya karena ada mitos bahwa ukuran yang lebih besar akan meningkatkan kepuasan seks. Padahal secara teori, yang paling menentukan dari alat kelamin adalah kekerasan dan daya tahan untuk tetap keras selama berhubungan seks.

Banyaknya pria yang mengalami BDD juga melahirkan banyak metode pembesaran alat vital, baik secara medis seperti vakum dan operasi maupun alternatif seperti Mak Erot dan ramuan-ramuan sejenis. Dibandingkan manfaatnya, berbagai cara itu disebut-sebut lebih banyak risikonya termasuk kerusakan saraf yang malah bisa memicu impotensi.

@http://health.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s