Pria Juga Punya Klitoris?


tumblr_ohviamqels1soko9ko1_500

Berikut ini lima misteri tubuh pria, berdasarkan penjelasan Dr. Laura:

1. Kondisi yang Menyebabkan Hormon Testosterone Pria Turun
Penelitian yang dilakukan organisasi non profit di AS, National Academy of Sciences menunjukkan bahwa jumlah hormon testosterone menurun saat pria baru saja dikaruniai anak. Dengan rendahnya jumlah hormon testosterone artinya level keagresifan dan libido pun menurun.

Penelitian dilakukan National Academy of Sciences dengan mengikuti 624 pria sebelum dan setelah menjadi ayah. Setelah diteliti ditemukan, level testosterone pria langsung menurun segera setelah bayi mereka lahir. Kondisi ini bertahan setidaknya hingga sang bayi berusia satu bulan.

2. Pria Juga Punya Klitoris
Menurut Dr. Laura, pria juga punya klitoris yang biasa disebut area frenulum. Lokasi klitoris ini berada di ujung penis. Frenulum ini tentunya sangat sensitif. Area sensitif tersebut berada di bagian bawah dalam ujung penis. Untuk pria yang disunat, frenulum ini bisa menjadi lebih sensitif sehingga membuat pria jadi lebih bergairah saat disentuh, persis seperti ketika wanita disentuh klitorisnya. Sedangkan pada pria yang tidak disunat, frenulum menjadi kurang sensitif karena tertutup kulup.

3. Fungsi Testikel
Apa sebenarnya fungsi testikel pada alat kelamin pria? Bagian tubuh tersebut ada agar sperma tetap berada dalam suhu yang rendah, ketimbang di bagian tubuh lainnya. Testikel bisa menciptakan temperatur ideal untuk produksi dan penyimpanan sperma. Dan tentu saja, dipaparkan Dr. Laura, para pria menikmati stimulasi di area testikel ini, tapi jangan terlalu kasar menyentuhnya.

4. Ukuran Sebenarnya Tidak Berpengaruh
Panjang rata-rata penis adalah 10-15 cm. Dan saat ereksi, ukuran penis pria sedikit lebih besar menjadi 12-17 cm. Yang perlu diingat, menurut Dr. Laura, ukuran hanyalah sekadar angka semata dan tidak menunjukkan kemampuan pria tersebut dalam memuaskan wanita saat bercinta. Kunci sebenarnya dari memuaskan wanita adalah bagaimana memenuhi kebutuhan, memahami tubuh dan tahu isyarat wanita saat bergairah.

5. Orgasme Menurunkan Risiko Kanker
Pria yang rutin bercinta dan mendapatkan orgasme, bisa menurunkan risiko mereka terkena kanker. Orgasme dianggap dapat melawan infeksi karena pada saat orgasme jumlah sel yang melawan infeksi meningkat hingga 20 persen. Sebuah studi yang dilakukan Universitas Queen di Belfast, Inggris juga menemukan fakta bahwa aktivitas seksual yang besar pada pria berusia dewasa dapat melindungi mereka terhadap kanker prostat.

Gimana menurut kalian guys? Jangan lupa untuk menuliskan pengalaman kalian di kolom komentar ya.

@http://wolipop.detik.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s