Destinasi Unik di Dunia Bertema Penis


Kawasaki – Apa yang ada di pikiran ketika mendengar destinasi wisata bertema penis? Ternyata, destinasi semacam ini belum tentu bersifat cabul, melainkan ada nilai budaya terkait kesuburan. Namun memang, ini adalah wisata dewasa.

Tak bisa dipungkiri, destinasi wisata yang berbau seksual memang ada di dunia ini, termasuk yang bertema penis. Berbagai tempat unik ini bisa ditemukan di berbagai negara Asia hingga Eropa lho!

Dari taman penis sampai kota yang punya festival unik, dimana masyarakat beramai-ramai mengangkat penis raksasa, semuanya menjadi destinasi bertema penis yang menarik. Tak hanya unik, berbagai destinasi tersebut juga memiliki kisah tersendiri mengenai asal-muasalnya.

Inilah 4 destinasi unik di dunia yang bertema penis: 1. Festival penis, Jepang

Kota Kawasaki di Jepang punya festival yang begitu unik. Ada Festival Kanamara Matsuri, dimana masyarakat beramai-ramai pawai sambil mengangkat patung penis raksasa. Imutnya lagi, penisnya berwarna pink lho.

Festival Kanamara Matsuri digelar oleh Kuil Kanayama sejak abad ke-17. Konon, tradisi ini dimulai oleh para pekerja seks komersil yang ketika itu sering berdoa meminta perlindungan di Kuil Kanayama.

Hingga sekarang, Kanamara Matsuri biasanya digelar pada minggu pertama di bulan April. Saat festival berlangsung, orang-orang akan mengarak patung-patung penis raksasa keliling sekitar kuil. Baik pria atau wanita akan memakai kimono wanita dan membawa penis kayu.

Kostum peserta pawai dari topi hingga aksesoris semuanya juga bertema penis. Jangan buru-buru menilai kalau festival ini cabul, karena Kanamara Matsuri sebenarnya menyimbolkan fertilitas atau kesuburan. Festival unik tersebut juga digunakan untuk kampanye hubungan seks yang aman dan bahaya HIV AIDS.

2. Taman penis, Korea Selatan

Selain terkenal dengan K-POP, Korea Selatan juga punya destinasi bertema penis yang bikin penasaran. Di Samcheok, Provinsi Gangwon, ada Taman Haesindang yang dipenuhi dengan patung penis berbagai ukuran.

Patung penis ditempatkan di bagian tengah taman atau di pinggiran jalan setapak. Beberapa patung diberi ukiran gambar muka atau tubuh manusia, sehingga makin menarik. Bangku di taman ini juga dibentuk seperti penis.

Patung penis di taman itu tak lepas dari legenda Auebawi dan Haesindang. Dulu, mereka adalah sepasang kekasih yang tinggal di kawasan taman. Suatu hari, sang wanita meninggal karena terhempas badai dan tenggelam, tanpa sempat diselamtkan oleh si pria.

Setelah peristiwa itu, nelayan tidak pernah mendapat banyak ikan. Mereka yakin semua ini ada kaitannya dengan wanita yang tewas itu. Setelah mengetahui bahwa wanita tersebut meninggal dalam keadaan perawan, masyarakat kemudian membuat patung penis di sekitar pantai untuk ‘menghibur’ sang gadis yang telah tiada.

Upacara keagamaan juga diadakan di kuil kecil bernama Haesindang. Upacara ini menjadi tradisi yang masih dilakukan setiap tahun.

3. Air mancur penis, Belanda

Red Light District di Amsterdam, Belanda, merupakan pusat protitusi yang juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain bisa melihat jejeran rumah bordil dan para wanita penghibur, ada Penis Fountain yang berdiri tegak di salah satu sisi Red Light District.

Sesuai dengan namanya, air mancur itu berbentuk alat kelamin pria. Penis Fountain berwarna coklat dengan air yang keluar tepat dari ujung Mr P. Bagian bawahnya ada dua bulatan seperti testis yang berputar dan juga mengeluarkan air.

Penis Fountain setiap harinya selalu mengeluarkan air dan makin terlihat eksotis di kala malam. Sebenarnya wisatawan tak boleh mengambil foto di wilayah Red Light District. Namun, wisatawan boleh berfoto di depan Penis Fountain.

Altar penis, Thailand

Chao Mae Tuptim Shrine di Nai Lert Bangkok Hotel, Bangkok, Thailand merupakan altar yang agak nyeleneh. Altar yang dibangun oleh pihak hotel ini tampak penuh dengan patung penis aneka ukuran dan warna.

Patung penis ini bukanlah dimaksudkan untuk hal-hal berbau cabul, tapi melambangkan kesuburan dan nasib baik. Banyak wanita yang datang ke altar untuk meminta kesuburan.

Tak ada papan petunjuk letak Chao Mae Tuptim Shrine. Tapi wisatawan bisa masuk melalui lobi Hotel Nai Lert dan berjalan terus menuju tempat parkir. Altar yang tak biasa itu terletak sekitar 100 meter dari tempat parkir.

Source : http://goo.gl/7C6Ewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s