Ciri-ciri Pria Memiliki Penis Kecil


Para pria umumnya selalu mengkhawatirkan ukuran penis mereka. Kekhawatiran ini tidak beralasan karena kesehatan organ reproduksi dan kualitas sperma yang menentukan kesuburan seorang pria.

Sebenar memiliki ukuran penis besar bukanlah jaminan memberikan kepuasan. Banyak hal lain yang lebih penting untuk mendapat kepuasan tersebut.

Namun kebanyakan pria akan lebih merasa percaya diri terhadap pasangannya, dan tanpa segan untuk “menunjukkan” tanpa malu-malu pada saat bercinta. Selain itu,  Pria yang memiliki “P” yang besar merupakan supremasi pada kalangannya sendiri.

Sebagian wanita pun masih banyak yang beranggapan jika Penis yang besar akan memberikan sensasi yang luarbiasa. Jika anda adalah salah satu yang berharap pasangannya kelak memiliki “senjata” yang besar, mungkin beberapa hal berikut ini bisa dijadikan tanda pria yang memiliki penis kecil (mikropenis).

Inilah tanda-tanda atau ciri-ciri pria yang memiliki penis kecil, seperti dikutip dari tipscaraterbaik.com   (buat para pria juga bisa mendeteksi miliknya)

1. Ciri-ciri fisik

Dari ciri-ciri fisik bisa dilihat, apakah seorang pria memiliki penis besar atau kecil. Walaupun tidak dijelaskan melalui proses penelitian, ciri-ciri fisik berikut kemungkinannya besar jika seorang pria memiliki penis kecil.

Penampang Kuku pendek

Kuku jempol pria yang  pendek dan jari jari yang relatif kecil untuk ukuran pria, biasanya memiliki ukuran penis yang kecil.Kebalikannya, jika kuku jempol terlihat lebih panjang dan jari jari yang terlihat lebih besar dan kokoh  kemungkinan besar penisnya juga besar.Buktikan!!

Pria gendut

Entah apa ada hubungannya dengan ilmu anatomi, namun yang jelas, pria gendut pada umumnya memiliki ukuran penis yang lebih kecil. Jika ada orang gendut P nya besar, berati ia beruntung , karena hal ini kecil kemungkinannya. Kebalikannya, pria jangkung dan kurus ternyata lebih tinggi  memiliki kemungkinan penis besar.

2. Egonya besar

Pria dengan “mini P” disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria,  yang umumnya dianggap jantan bila memiliki “perangkat yang besar”. Oleh karena itu, ia harus dapat menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas.

3. Juara seks oral

Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya.

Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.

4. Tak pernah membahas topik seputar penis

Pria dengan penis kecil tak akan mau berbicara seputar penis, apalagi mengangkat topik obrolan seputar penis. Karena untuk apa jika kemudian ia harus membuktikan bahwa “perangkatnya” sendiri memang  cukup hebat untuk dibicarakan.

Pendek kata, pemilik Mr. P kecil tak akan pernah bercerita seputar penis, karena watak dasar pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang akan mengganggu mereka.

5. Prinsipnya, “Size doesn’t matter”

Pemilik penis kecil biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa, “size doesn’t matter”. Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitulah menurutnya.

Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa “his size does matter”, ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Big size P. Ia akan mengatakan, “Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?” Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya.

Lalu, Apakah pemilik penis kecil bisa merubah ukuran penisnya?

Menjawab hal tersebut, dokter spesialis androlog, Dr. Anton Darsono Wongso, MM, MH, Sp.And, dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang memberikan penjelasan. “Pertumbuhan penis akan berhenti pada masa akhir pubertas, ini bersamaa dengan berhentinya pertumbuhan tinggi badan seseorang, adapun pengobatan dilakukan sebelum berakhirnya masa pubertas,” jelas androlog, Dr. Anton Darsono Wongso, MM, MH, Sp.And, dari Rumah Sakit Awal Bros, Tangerang, seperti dikutip kepada Okezone.

Setelah masa pubertas ini, lanjut Dr Anton, penis tidak dapat diperbesar lagi, kecuali pada beberapa kasus. “Bila Anda telah dewasa, namun ukuran penis memang kecil sekali (mikropenis), dimungkinkan adanya pengobatan yang bisa merubah ukuran penis. Biasanya mikropenis terjadi akibat dari kerusakan tempat produksi hormon yang bertanggung jawab dalam pertumbuhan penis (testis) atau testis normal tetapi tidak terangsang oleh hormon gonadotropin, sehingga hanya mengandalkan hormon yang diproduksi di kelenjar adrenal,” jelas Dr. Anton.

Lebih lanjut lagi Dr. Anton menambahkan, jika Anda mengalami mikropenis, walaupun usia telah dewasa, pengobatan masih bisa dilakukan agar penis dapat tumbuh lebih panjang.

Source : http://www.cahgalek.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s