Meneropong Anatomi Penis


https://allaboutmens.wordpress.comPenis memiliki dua peran utama. Selain berperan sebagai organ seksual, penis juga berfungsi sebagai jalan keluarnya urine dari tubuh pria.

Mengenali Bagian Penis

Fungsi vital penis membuat semua pria seharusnya mengenali bagian-bagian organ ini dengan baik sehingga dapat menjaga kesehatannya. Secara umum, penis terdiri dari beberapa bagian.

Kepala penis. Pada ujung kepala, terdapat celah kecil atau bukaan uretra untuk urine dan air mani keluar. Pada penis yang tidak disunat, kepalanya ditutupi oleh kulup.

Batang penis. Saat lahir, semua batang penis tertutup oleh kulit luar atau kulup. Pada sebagian pria di Indonesia, kulup ini kemudian akan disunat atas alasan kesehatan, agama, atau budaya. Sistem dan kerja penis tidak akan berubah setelah menjalani sunat. Penis yang tidak disunat lebih berisiko mengalami fimosis, yaitu kondisi ketika kulup atau kulit luar tidak dapat ditarik dari kepala penis.

Korpus kavernosum: jaringan yang berada di sepanjang kedua sisi penis. Sebelum terjadi ereksi, jaringan ini akan penuh terisi dengan darah, sehingga batang penis menegang.

Korpus spongiosum: satu kolom jaringan berongga yang berada di bagian depan penis. Jaringan ini juga terisi dengan darah selama ereksi. Di dalam bagian ini juga terdapat uretra atau saluran kencing yang berfungsi menyalurkan urine keluar dari tubuh.

Ukuran penis baru akan terlihat sempurna saat mencapai usia pubertas. Memasuki masa ini, akan tumbuh bulu-bulu kemaluan di sekitar penis, sementara pertambahan panjang penis pada umumnya berhenti pada usia 17 tahun.

Bagaimana Ereksi Terjadi?

Penis bukanlah otot. Oleh karenanya organ ini tidak dapat digerakkan secara fleksibel saat mengalami ereksi. Ereksi terjadi karena adanya perubahan aliran darah dalam penis. Ketika seorang pria terangsang, saraf membuat pembuluh darah dalam penis melebar. Aliran darah yang masuk akan lebih banyak dibandingkan yang keluar dari jaringan penis, sehingga mengakibatkan jaringan korpus kavernosum mengeras.

Pria yang bangun tidur dengan penis yang ereksi sangat umum terjadi. Tiap pria sehat dapat mengalami 3-5 ereksi selama masing-masing 25-35 menit sepanjang tidur malam. Penyebabnya belum dapat diketahui pasti, namun kondisi ini dianggap sebagai bukti bahwa penis bekerja dengan baik.

Tidak ada tulang dalam penis. Penis yang bengkok ke kanan atau kiri saat ereksi adalah hal yang normal. Tapi jaringan yang penuh aliran darah saat penis ereksi dapat cedera jika organ ini dibengkokkan dengan keras. Darah yang keluar dari jaringan korpus dapat mengakibatkan nyeri yang tidak tertahankan. Sebanyak sekitar 30 persen kasus cedera semacam ini dapat terjadi saat wanita berada di bagian atas tubuh pria saat melakukan hubungan seksual. Kulit di antara penis dengan kulup atau frenulum juga dapat robek, umumnya diakibatkan penetrasi seksual yang kasar.

Banyak pria khawatir akan ukuran penisnya. Penis rata-rata berukuran sekitar 5-10 cm pada keadaan tidak ereksi dan 12-19 cm pada keadaan ereksi. Kondisi seperti kedinginan atau rasa cemas dapat membuat ukuran sementara penis mengecil. Anggapan bahwa ukuran penis yang proporsional dengan ukuran sepatu hanyalah mitos. Penelitian juga membuktikan bahwa penis yang berukuran pendek justru dapat menjadi lebih panjang saat ereksi.

Cara paling sederhana dalam menjaga kebersihan dan kesehatan penis adalah dengan mencucinya dengan air hangat, terutama bagian dalam kulup jika tidak disunat. Gunakan kondom saat berhubungan intim dengan pasangan yang Anda tidak tahu riwayat seksualnya agar terhindar dari infeksi menular seksual.

source: http://www.alodokter.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s