Penyebab air seni berbusa


tumblr_nnhqb582cj1tkp6t9o1_400Penyebab air seni berbusa sangatlah beragam. Hal ini bisa saja terjadi pada Anda. Tampilan normal air seni dari tubuh yang sehat dan bebas penyakit adalah tampak bening, jernih, dan berwarna kuning terang.

Adanya penampakan air seni berbusa bukanlah termasuk tampilan air seni yang normal. Namun, adanya busa pada air seni bisa juga disebabkan oleh berbagai kondisi normal, dengan kata lain orang sehat pun bisa saja mengalami air seni berbusa.

Sebenarnya apa itu air seni, dan mengapa air seni berbusa? Berikut penjelasannya.

Air seni atau urine merupakan salah satu metode tubuh untuk membuang sisa proses metabolisme tubuh yang dilakukan oleh organ ginjal. Ginjal berperan sebagai penyaringdarah, dan hasil penyaringan yang berisi zat-zat tidak berguna bagi tubuh akan dikeluarkan melalui urine. Urine mengandung air, asam urat, urea, garam inorganik, amonia, dan bagian pigmen darah yang telah mengalami kerusakan.

Normalnya, urine memang tidak disertai busa. Namun saat urine berbusa terjadi terus menerus dan busa yang terbentuk cukup banyak, terutama bila disertai gejala lain seperti pembengkakan tubuh, jumlah urine berkurang, kemerahan, anyang-anyangan, ataupun gejala lainnya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni:

1. Buang air kecil dalam kecepatan yang cukup tinggi

Buang air kecil dalam kecepatan yang cukup tinggi merupakan penyebab air seni berbusa, namun tidak berkaitan dengan adanya penyakit. Terkadang, sejumlah busa berkembang bergantung dengan kecepatan Anda mengeluarkan urine tersebut. Saat urine mengumpul begitu banyak di kandung kemih, misalnya pasca menahan keinginan untuk buang air kecil, maka hal ini akan berakibat pada pengeluaran urine yang lebih kuat.

Pengosongan kandung kemih yang terjadi secara cepat, dan aliran urine yang membentur toilet secara cepat menghasilkan urine yang berbusa. Bila kemungkinan besar penyebab urine berbusa yang dialami adalah akibat hal ini, maka kesimpulannya jangan tunda keinginan Anda untuk buang air kecil.

2. Dehidrasi

Saat Anda kekurangan cairan, maka urine yang terbentuk juga akan lebih pekat dan terkonsentrasi. Air seni yang lebih terkonsentrasi ini cenderung untuk membentuk busa. Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan Anda setiap harinya dengan mengonsumsi 7-8 gelas air per hari guna menghindari kondisi dehidrasi dan urine berbusa akibat kekurangan cairan.

3. Infeksi saluran kemih

Infeksi pada saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri juga dapat berujung pada urine yang kelabu dan berbusa. Biasanya gejala ini juga disertai kondisi buang air kecil yang terasa nyeri, anyang-anyangan, urine kemerahan, urine terasa tidak tuntas, dan gejala-gejala lain. Apabila kondisi ini terjadi, Anda membutuhkan tatalaksana dengan antibiotik yang dianjurkan oleh dokter Anda. Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk mengonsumsi banyak cairan.

4. Terdapat protein dalam urine

Saat terjadi urine berbusa secara terus menerus, bahkan saat Anda tidak menahan buang air kecil atau telah mengonsumsi cairan yang cukup, dan busa tampak begitu signifikan, maka kemungkinan besar telah terdapat kandungan protein pada urine tersebut. Bila jumlah protein pada urine tersebut terlalu besar, maka telah terjadi kondisi abnormal yang disebut proteinuria. Kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya proteinuria dan terjadinya urine berbusa yang sangat signifikan adalah karena adanya gangguan pada ginjal, baik itu kerusakan maupun infeksi pada ginjal tersebut.

Penyebab tersering proteinuria berat adalah kondisi gagal ginjal. Gagal ginjal merupakan kondisi terminal penyakit ginjal yang salah satunya dapat disebabkan oleh penyakit hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Untuk memastikan apakah kondisi proteinuria tersebut benar-benar terjadi, Anda dapat melakukan pemeriksaan urine (urinealisis).

5. Terdapatnya semen (hasil ejakulasi) dalam urine

Setelah berejakulasi, sedikit semen mungkin masih tertinggal dalam saluran kencing (uretra) pria. Bila hanya berjumlah sedikit, maka semen ini umumnya tidak berujung pada terjadinya urine berbusa. Namun bila telah terjadi kondisi yang disebut ejakulasi retrograd, atau keadaan ejakulasi mundur ke kandung kemih, bukannya dikeluarkan, maka semen dalam jumlah yang cukup banyak akan masuk ke saluran kencing. Hal ini dapat terjadi biasanya karena melemahnya otot area saluran ejakulasi.

Apabila terjadi kondisi seperti ini, biasanya urine yang terbentuk akan menimbulkan busa. Oleh karena itu, konsultasi langsung terhadap dokter spesialis urologi sangatlah dibutuhkan.

sumber : http://klikdokter.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s