Seputar Ejakulasi Prematur


tumblr_n1czuru8ti1sa4fhto1_500

Premature ejaculation (PE) atau ejakulasi prematur diperkirakan memengaruhi sekitar 20 sampai 30 persen populasi pria di dunia. Kondisi ini dibandingkan dengan disfungsi ereksi atau impotensi sebetulnya tak terlalu serius tapi tetap bisa mengganggu.

Pria yang memiliki PE mungkin akan merasa tertekan dengan kondisinya sehingga membuat stres, gelisah, atau bahkan masalah dengan hubungan dengan pasangan.

Lebih jauh tentang kondisi ini, berikut lima faktanya yang dirangkum AAM dari berbagai sumber:

1. Sesekali terjadi wajar

Seseorang baru akan didiagnosa dengan PE apabila ia sering mengalaminya. Terutama sekitar menit pertama setelah penetrasi seperti dikatakan Mayo Clinic. Bila terjadi hanya sesekali maka masin bisa dianggap wajar dan tak perlu dikhawatirkan.

Kriteria diagnosa PE lainnya adalah apabila sang pria memang merasa terganggu dan frustasi sehingga berdampak pada kehidupannya.

2. Ada dua tipe

PE dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu PE yang ‘didapat’ dan PE ‘seumur hidup’. PE seumur hidup artinya pria sudah memiliki kondisi tersebut sepanjang hidupnya, sejak pengalaman seksual pertama. Sementara PE yang didapat yaitu untuk pria yang baru ketahuan memiliki kondisi setelah pengalaman seksual sebelumnya baik-baik saja.

3. Penyebabnya bisa biologis atau psikologis

Hal-hal psikologis yang bisa menyebabkan PE disebut Mayo Clinic contohnya seperti rasa kegelisahan. Hal ini disebut bisa membuat seseorang ingin cepat-cepat selesai bercinta dan membuat ejakulasi cepat terjadi.

Untuk faktor biologis PE bisa disebabkan karena tingkat hormon testosteron yang tak wajar, gangguan saraf, masalah pada kelenjar tiroid, dan inflamasi pada saluran uretra.

Seorang pria bisa mengalami PE karena faktor psikologis, biologis, atau keduanya bersamaan.

4. Bukan masalah

PE sebetulnya bukan masalah sehingga tak akan membahayakan kesehatan bila tak ditangani. Namun demikian Mayo Clinic mengatakan bahwa ada kemungkinan pria mungkin akan merasa stres dan depresi karena tak puas dengan kondisinya. Selain itu pada kemungkinan yang kecil, PE mungkin juga menjadi masalah infertilitas.

5. Masturbasi terapinya

Trik untuk mengatasi PE dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung mana yang paling cocok untuk tiap pasien. Cara yang paling umum disarankan adalah dengan terapi perilaku membiasakan masturbasi beberapa jam sebelum bercinta. Harapannya ejakulasi yang berikutnya akan lebih tertunda.

Penggunaan anastesi yang sudah diatur juga bisa dilakukan untuk mengurangi sensasi pada penis. Dengan demikian stimulasi menjadi berkurang dan ejakulasi juga menjadi lebih lama

Sumber : http://health.detik.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s