Inilah kesalahan yang kerap dilakukan pria ketika bercinta


20160115074737-sex

Kesalahan sepele yang dilakukan salah satu pihak, suami atau istri bisa membuat pasangan tidak nyaman ketika bercinta. Khususnya pada suami, secara tidak sadar mereka kerap melakukan kesalahan ketika bercinta.

Akibatnya, gairah istri menurun atau bahkan ia sudah tidak bergairah lagi untuk bercinta. Nah, dirangkum dari berbagai sumber, inilah kesalahan yang kerap dilakukan suami ketika bercinta dan membuat gairah istri menurun.
1. Foreplay terlalu singkat

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS, Guru Besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali mengatakan bahwa foreplay tidak boleh dilakukan terlalu sebentar. Sebab, foreplay yang terlalu sebentar bisa membuat istri merasa sakit dan nyeri di bagian vagina.

“Tidak ada standar kualitas melakukan foreplay. Ketika pasangan sudah sepakat untuk penetrasi, bisa langsung penetrasi, tanpa ada standar kualitas tententu. Foreplay yang ideal untuk lubrikasi tidak ada, karena hubungan intim tergantung pada individu masing-masing,” tutur Prof Wimpie lagi.

2. Rambut kemaluan suami terlalu lebat

Rambut kemaluan yang terlalu lebat bisa membuat istri merasa tidak nyaman. Untuk itu, amat disarankan mencukur rambut kemaluan dengan rutin. Atau, sehari sebelum bercinta, coba cukur atau sekadar merapikan rambut kemaluan Anda. Apalagi, rambut kemaluan yang terlalu lebat ditambah tidak terawat juga bisa memicu gatal atau ruam di area penis dan dapat membuat suami tidak nyaman ketika bercinta.

3. Terlalu agresif

Bersikap terlalu agresif saat bercinta justru bisa menimbulkan ketidaknyamanan bahkan cedera. Gaya bercinta yang terlalu agresif, dengan posisi-posisi dan manuver yang terlalu ekstrem bisa memicu cedera dan masalah yang lain, demikian dikatakan Dr JE Mensah, konsultan urologi dari Korle Bu Teaching Hospital.

“Setiap gerakan dan lengkungan yang terlalu tajam bisa mematahkan penis dan memicu impotensi atau disfungsi ereksi jika tidak dilaporkan secepatnya. Hati-hati pula saat menerapkan posisi bercinta woman on top, posisi yang mengharuskan tubuh dan alat kelamin melengkung terlalu tajam, serta gerakan-gerakan menyamping. Sebab, posisi dan gerakan semacam itu paling banyak memicu penis patah,” terang Mensah.

4. Telat memakai kondom

Hal ini patut diperhatikan oleh pasangan yang memang ingin menunda memiliki momongan agar suami tidak telat memakai kondom sebelum ejakulasi terjadi. Pengamat kesehatan seksiual dr Andri Wanananda MS mengatakan pemakaian kondom dilakukan saat penis sudah mulai ereksi. Diawali dengan meletakkan kondom pada permukaan ujung penis, lalu gulungan karet penis digelar ke belakang sesuai dengan ukuran penis saat ereksi. dr Andri menambahkan, lipatan atau gulungan karet kondom bisa disesuaikan dengan ukuran penis saat ereksi.

5. Terlalu dipengaruhi adegan porno

Pria menyaksikan konten porno bisa jadi hal yang lumrah. Namun, akan menjadi masalah ketika ‘membawa’ apa yang terjadi di video ke kehidupan nyata. Misalnya saja beberapa posisi sulit yang ada di video porno belum tentu bisa Anda terapkan dan membuat pasangan nyaman. Begitu pun beberapa kata yang diucapkan wanita dalam video porno, belum tentu bisa diucapkan oleh istri karena membuat dia jengah.

Pakar seks dan pernikahan Chrsitie Hartman PhD mengatakan pasutri bisa mencoba hal-hal baru seperti yang ada di video porno. Tapi, ia mengingatkan bahwa apa yang Anda lihat tidaklah nyata sebab itu hanya rekaan. Kemudian, tetap pikirkan dengan logika gaya, posisi, dan area bercinta seperti apa yang masih masuk akal.

sumber : http://health.detik.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s