Gejala Menopause Pria?


https://allaboutmens.wordpress.com/

Tidak hanya wanita yang mengalami menopause, tetapi dokter saat ini menyadari bahwa bahkan pria menghadapi menopause setelah melewati usia 50-60. Para dokter mengatakan bahwa gejala menopause pada pria sangat mirip dengan yang dialami oleh wanita. Masalah ini dapat didefinisikan sebagai penurunan hormon testosteron dalam tubuh akibat penuaan. Mungkin tidak hanya karena usia, tapi mungkin sebagai akibat dari penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan jantung, kanker dll

Seseorang mungkin merasa lemah dan tertekan saat dia mengalami fase ini. Tidak seperti wanita, tidak ada usia tetap saat seorang pria akan mengalami menopause, beberapa mungkin mengalami di usia dini 50-60 sementara yang lain bahkan mungkin mengalaminya di 70-an. Selain itu, terjadinya fenomena ini pada laki-laki sangat lambat dibandingkan dengan wanita. Hal ini karena selama menopause, produksi testosteron tidak berhenti sepenuhnya melainkan berkurang sedangkan dalam kasus wanita produksi hormon berhenti sepenuhnya, seperti estrogen.

Beberapa perubahan besar selama menopause pria mungkin adalah berkurangnya kekuatan tubuh, berkeringat saat malam, ketidaknyamanan, penurunan libido, masalah memori, kecemasan, dorongan seks rendah dan kebotakan. Seiring dengan semua masalah ini, laki-laki juga mengalami masalah mental dimana mereka mulai melupakan hal-hal dan pikiran mereka menjadi lemah. Untuk mendiagnosis menopause laki-laki, dokter biasanya meminta pasien untuk menjalani beberapa tes untuk meneliti kadar hormon.

Dia bahkan mungkin meminta pasien untuk menjalani tes darah untuk melihat apakah ada masalah lain. Untuk pria yang mengalami masalah ini pada awal 40-an dan 50-an, mereka dapat menjalani terapi penggantian hormon dimana dosis ringan testosteron dapat membantu mereka meningkatkan gairah seks mereka. Terapi ini mungkin tidak membantu bagi pria yang lebih tua karena mereka biasanya memiliki tingkat androgen tinggi yang mana tidak direkomendasikan.

Bagi orang-orang yang lebih tua terapi penggantian testosteron yang bertujuan untuk mengurangi gejala menopause laki-laki cukup berhasil. Suasana hati dalam terapi ini dapat bervariasi dari orang ke orang. Beberapa orang lebih suka dalam bentuk resep lisan sedangkan yang lain lebih suka dalam bentuk suntikan. Namun, terapi ini memiliki banyak potensi efek samping dan dapat menyebabkan masalah bahkan besar seperti kanker dan gangguan pendengaran. Dokter harus memastikan bahwa ia memberikan dosis testosteron yang tepat untuk menyelamatkan Anda dari efek samping perawatan ini.

Selain perawatan ini, dokter bahkan mungkin menyarankan beberapa perubahan dalam diet, atau olahraga, atau tidur yang cukup, atau mengenakan pakaian yang dingin yang tentunya akan membantu pria untuk menyingkirkan penyakit ini. Selain itu, perubahan ini tidak akan menimbulkan efek samping karena ini adalah perawatan alami. Anti depresan dapat membantu Anda menyingkirkan rasa sakit dan kecemasan selama menopause laki-laki juga, namun harus dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas.

sumber : http://www.artikelpria.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s