Penyebab Sperma Berbau Busuk!


cv1u_ilvmaa4hvm

Semen atau mani merupakan cairan yang keluar dari organ kelamin pria setelah menerima rangsangan secara seksual. Di dalam cairan semen terdapat sperma yang berperan penting dalam proses pembuahan sehingga Anda dapat memperoleh keturunan.

Tahukah Anda bahwa tingkat keberhasilan seorang pria dalam memperoleh keturunan, dipengaruhi oleh faktor kuantitas dan kualitas sperma?

Dalam semen terkandung 5% hingga 10% sperma (sel kelamin pria), cairan yang disebut seminal plasma sebesar 46% hingga 80%, dan cairan prostat sebanyak 14% hingga 33%. Walaupun persentase sperma yang terdapat dalam semen tampaknya kecil, sebenarnya jumlahnya sangat banyak yaitu; 40 hingga 600 juta sel sperma.

Dalam semen sendiri mengandung beragam jenis zat dan hormon yang dibutuhkan tubuh seperti; vitamin C dan B12, kalsium, magnesium, potasium, fosfor, sodium dan zinc. Selain itu dalam semen juga terkandung fruktosa dan inositol, juga masih terdapat 30 zat lainnya.

Walaupun kandungan-kandungan tersebut ada pada setiap pria, jumlahnya tidaklah sama bagi setiap individu karena bergantung pada sistem kimia masing-masing orang. Selain itu faktor diet dan kesehatan juga berpengaruh dalam pembentukan sperma yang berkualitas.

Bagaimana dengan kuantitas atau jumlah sperma? Semakin lama Anda menahan proses ejakulasi, semakin banyak jumlah semen yang akan dikeluarkan tubuh, maka dari itu Anda perlu melakukan pemanasan sebelum berhubungan intim (foreplay).

Sedikitnya jumlah semen, juga sering dikaitkan dengan ejakulasi dini. Penggunaan obat-obatan juga berpengaruh terhadap jumlah sperma yang Anda produksi.

Normalnya cairan ini berwarna putih seperti mutiara, abu-abu hingga berwarna kekuningan. Jika semen yang dikeluarkan tampaknya berwarna merah muda hingga merah, cokelat bahkan hijau, Anda perlu berhati-hati ada kemungkinan infeksi pada kelenjar prostat dan Anda perlu mencari bantuan pakar medis. Warna kekuningan merupakan reaksi yang normal pada pria yang sudah berumur.

Cairan semen yang normal memiliki kekentalan yang lembut seperti air, hingga kental seperti jelly lunak. Pada remaja konsentrasi kekentalannya biasanya sama. Setelah beberapa jam berada di luar tubuh, semen akan mencair hingga tampak seperti air biasa.

Gimana guys sekrang udah ngerti kan? jangan lupa untuk menuliskan pengalaman pribadi kalian di kolom komentar.

Sumber :

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s