Mengapa Organ Reproduksi Pria Berukuran Besar?


tumblr_o8gmpu3fzc1u0rod8o1_540

Ukuran penis atau organ reproduksi pria di antara berbagai suku bangsa di dunia cukup beragam. Ada yang ukurannya panjang, namun ada yang ukurannya pendek. Hal ini tentu menjadi kajian menarik bagi para ilmuwan.

Ilmuwan Universitas New South Wales (UNSW), Australia pun mencoba membedah evolusi ukuran organ reproduksi pria tersebut.

Dilansir dari Sciencealert, saat ini diketahui ilmuwan telah menemukan ukuran rata-rata ereksi organ reporduksi pria itu sekitar 13,12 cm.

Ahli biologi evolusi UNSW, Darren Curnoe menjelaskan ukuran organ reproduksi manusia cukup besar bila dibandingkan dengan kerabat dekat manusia, simpanse dan gorilla.

Curnoe mengatakan ukuran buah zakar pada spesies menggambarkan cara sebuah spesies mengorganisasi secara sosial.

Maka, kata dia, ukuran buah zakar masing-masing spesies berbeda. Buah zakar manusia dengan kedua kerabatnya itu beda.

Dijelaskan Curnoe,  simpanse memiliki ukuran organ reproduksi medium dan buah zakar yang besar dibanding dengan gorilla.

Hal itu, kata dia, karena pada simpanse jantan terlibat kompetisi dengan sejenisnya untuk mengawini simpanse betina. Sehingga simpanse jantan saling bertarung dan menyiapkan cadangan sperma. Maka buah zakar pada simpanse cukup besar untuk menyimpan banyak sperma.

Sedangkan ukuran organ reproduksi dan buah zakar gorilla lebih kecil.

Menurut ilmuwan tersebut, hal ini karena gorilla tidak terlibat kompetisi sekeras simpanse dalam mengawini sang betina.

Gorilla memiliki akses reproduksi ekskusif ke berbagai betina. Dengan demikian, spesies ini tak perlu banyak sperma dan buah zakarnya kecil.

Perbedaan lain antara simpanse dan gorilla yaitu soal adanya senjata di organ reproduksi tersebut. Pada simpanse memiliki ‘senjata’ pada organ reproduksi yang diduga digunakan untuk melukai sang betina saat kawin. Tujuannya, kata Curnoe, agar sang betina tidak dikawini oleh simpanse jantan lainnya.

Curnoe melanjutkan bagaimana dengan manusia yang memiliki organ reproduksi lebih besar dari keduanya. Peneliti menduga evolusi ukuran itu muncul karena manusia sebenarnya tak begitu membutuhkannya.

“Kenapa punya manusia besar? Mungkin karena manusia berjalan tegak dengan dua kaki. Dan ini menarik perhatian orang,” kata dia.

Selain itu, organ reproduksi manusia memainkan peran yang menarik para kaum hawa.

“Itu mungkin beraksi seperti radiator, yang mana melepaskan panas saat kita berjalan dan membantu badan kita tetap dingin,” kata dia.

Curnoe mengakui analisa yang disampaikannya masih mungkin bisa didalami, sebab masih banyak kemungkinan.

“Ilmu pengetahuan masih memiliki kesempatan mendalami, kenapa organ reproduksi manusia berkembang seperti ini,” kata dia.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s