Sperma Berdarah


tumblr_o9vw4u18vu1tuh4e9o1_250

Pernahkah menemukan darah pada sperma Anda? Darah yang bercampur dengan sperma atau air kecil, khususnya saat Anda baru saja bercinta, memang harus Anda waspadai. Sebab, Anda sedang berurusan dengan hematospermia. Gangguan apa ini?

Peradangan pada kelenjar prostat. Gangguan ini bukan berarti Anda akan berakhir dengan kanker prostat. “Bahkan, sangat jarang terjadi kasus kanker prostat yang berawal dari hematospermia,” kata dr. Christian Ronal C. Tanggo, dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Ada beberapa penyebab yang bisa mendatangkan hematospermia. “Infeksi pada saluran kencing dan menurunnya daya tahan tubuh adalah penyebab tersering,” kata dr. Ponco Birowo, Sp.U., Ph.D., dari Departemen Urologi RS. Cipto Mangunkusumo/FKUI. Infeksi lain yang juga bisa menyebabkan masalah ini adalah infeksi menular seksual –seperti HIV, herpes, klamidia–, tuberculosis, dan sitomegalovirus.

Trauma atau cedera akibat aktivitas seksual yang berlebihan juga dapat memicu terjadinya hematospermia. Meskipun jarang, beberapa gangguan kesehatan lain juga diyakini dapat menimbulkan hematospermia. Antara lain masalah pembekuan darah (hemofilia), tumor, varises prostat, dan gangguan hati kronis. Mereka yang pernah menjalani biopsi prostat juga berisiko mengalami komplikasi hematospermia.

Lakukan ini! Hematospermia merupakan jenis penyakit self limiting disease. Artinya, penderitanya dapat sembuh sendiri tanpa perlu diobati. Sayangnya, karena bisa sembuh tanpa Anda sempat mengetahui penyebabnya, dia juga dapat datang lagi. Karena itu, konsultasi dengan dokter sangat diperlukan agar masalah ini dapat dituntaskan –apalagi jika hal ini terus berulang.

Beberapa bentuk pemeriksaan dapat Anda lakukan, seperti “USG transrektal” yang bertujuan untuk mengecek organ prostat dan vesikula seminalis (organ yang bertugas untuk memproduksi cairan semen). Pemeriksaan lain adalah dengan melakukan tes urin untuk mengetahui ada tidaknya infeksi, dan tes PSA (Prostate Spesific Antigen). “Tapi tenang saja, tak ada larangan untuk berhubungan seksual jika tak ada rasa nyeri,” kata dr. Ponco. Tapi untuk amannya, selama masalah yang Anda hadapi belum teratasi, gunakan kondom.

SUMBER :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s