Pria Pun Bisa Miliki Stretch Mark


tumblr_obha02xzuo1tuh4e9o1_250

Masalah stretch mark alias tekstur kulit berkerut mirip jeruk ternyata tak hanya dimonopoli wanita. Pakar kesehatan kulit Universitas Indonesia dr Amaranila Lalita Sp KK menyatakan kaum adam di Indonesia bisa terkena permasalahan “stretch mark” pada tubuhnya karena sejumlah faktor yang memengaruhi gaya hidup mereka selama ini.

“Umumnya ‘stretch mark’ dialami kaum hawa mengingat sesuai hasil penelitian, tujuh dari 10 orang perempuan mengalami ‘stretch mark’. Tapi, kini kaum pria tidak luput dari masalah serupa dan setelah diteliti empat dari 10 orang pria memiliki masalah tersebut,” katanya usai “Media Workshop Mengupas Tuntas Stretch Mark pada Kulit”, di Surabaya, Selasa (11/12).

Menurut dia, stretch mark adalah tanda berupa garis-garis tipis atau guratan pada kulit. Ukuran panjang dan lebar garis tersebut bervariasi. Sering kali kulit berkerut ini diakibatkan selulit atau lemak di bawah kulit

“Berbeda dengan selulit dan parut bekas luka, stretch mark bisa berupa garis cokelat kemerahan atau cokelat gelap. Namun, seiring berjalannya waktu warnanya berubah memutih atau putih keperakan,” ujarnya. Teksturnya mengingatkan seperti pasir pantai.

Penyebab munculnya “stretch mark”, jelas dia, karena peregangan kulit yang berlebihan dan terjadi pada jangka waktu lama. Mayoritas tampak saat perubahan hormonal baik pada masa kehamilan, puber, maupun perubahan berat badan yang fluktuatif.

“Akibatnya, kolagen dan elasten di lapisan dermis menjadi rusak. ‘Stretch mark’ bisa terlihat di mana saja pada tubuh khususnya perut, payudara, lengan atas, dan paha,” katanya.

Di sisi lain, tambah dia, keberadaan “stretch mark” juga dapat dipengaruhi kualitas dan kekuatan kulit. Kondisi itu ikut disebabkan faktor kesehatan secara umum termasuk nutrisi, aspek keturunan, lingkungan, makanan, dan minuman yang dikonsumsi.

“Bagi mereka yang sudah terkena ‘stretch mark‘ ada baiknya tidak perlu khawatir atau frustasi. Masalah itu bukan terkategori penyakit yang bisa menular ke orang lain tetapi kelainan kulit,” katanya.

Untuk mencegah stretch mark, saran dia, baik pria maupun perempuan di Indonesia harus rajin melakukan olahraga, sering melembabkan kulit terutama memilih sabun mandi yang mengandung pelembab, dan rutin membersihkan kulit.

“Khusus perempuan yang usai melahirkan, baik persalinan normal maupun operasi caesar mereka juga terancam kena ‘stretch mark’ sehingga harus banyak olahraga seperti sit up,” katanya.

Mengenai banyaknya masyarakat yang merasa frustasi saat mengalami stretch mark Senior Brand Manager Invida Indonesia, Imalona Siregar, mengemukakan hal itu karena mereka menganggap perawatan stretch mark sulit dan hasilnya tidak memuaskan. Selain itu, mereka akhirnya pasrah dan berhenti merawat diri.

“Padahal, kini ada perawatan sederhana yang bisa memberikan hasil lebih baik yakni memakai ‘Glyderm’ dengan ‘Tri-Derm Actives’ meliputi ‘centella asiata’, ‘shea butter’, dan ‘almond oil’,” katanya.

Komposisi bahan dari krim yang cukup dioleskan di bagian tubuh tertentu itu, lanjut dia, membantu masyarakat menyamarkan warna dan mengurangi ukuran stretch mark.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s