Cara melakukan hubungan intim melalui anus


Processed with VSCOcam with s2 preset

Anal seks dapat menjadi alternatif lain pengganti suasana saat berhubungan intim. Hanya saja, pemakaian kondom menjadi syarat mutlak sebelum melakukan aktivitas tersebut.

Aktivitas anal seks atau anal intercourse adalah hubungan seksual di mana penis yang ereksi dimasukkan ke rectum melalui anus. Anal seks biasanya dilakukan untuk mencegah kehamilan atau sebagai pengganti suasana.

Menurut Dr Anita Gunawan MS SpAnd, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), anal seks biasanya digunakan untuk menjaga keperawanan karena hymen tidak rusak.

“Biasanya aktivitas anal seks dilakukan untuk menghindari kehamilan. Aktivitas ini dilakukan dengan cara melakukan hubungan intim melalui anus, sehingga penis tidak masuk melalui vagina,” kata Dr Anita saat dihubungi AAM melalui telepon selulernya, Kamis.

Selain itu, terdapat pula alasan lain yang sering mendasari aktivitas ini yaitu untuk mengganti suasana. Katanya, anus lebih “ketat” daripada vagina (terutama setelah kelahiran bayi), sehingga lebih memberikan kepuasan dan sensasi tersendiri bagi penis.

Hanya saja, lanjut wanita yang menyelesaikan program master di bidang Andrologi Universitas Airlangga, Surabaya itu, anal seks memiliki dampak yang membahayakan bila tidak menggunakan pengaman. Karena itu, pemakaian kondom menjadi syarat mutlak sebelum melakukan aktivitas tersebut.

“Anal seks merupakan aktivitas kotor dan berisiko bagi kesehatan karena bakteri pada colon sigmoideum, bagian dari usus yang dekat dengan rectum, akan terangkat dan masuk ke penis saat penis memasuki anus. Colon sigmoideum ini mengandung banyak bakteri yang dapat menginfeksi penis pelaku anal seks. Hanya, aktivitas ini sah-sah saja dilakukan tapi mutlak harus pakai kondom,” imbuhnya.

Adapun pelaku yang sering melakukan aktivitas ini, biasanya adalah kaum gay (homoseksual). Namun, tak menutup kemungkinan pula dilakukan oleh pasangan heteroseksual. Mereka yang mengambil risiko melakukan hubungan dengan cara ini, menurut Dr Anita, akan semakin membuka potensi tertular penyakit HIV/AIDS.

“Meski tidak 100 persen memberikan jaminan keamanan, kondom tetap lebih aman digunakan sebelum melakukan aktivitas anal seks. Kalau tetap tertular penyakit-penyakit tersebut, maka sudah menjadi risiko yang harus ditempuh,” saran konsultan seksual di beberapa media di Indonesia itu.

Sementara itu, aktivitas anal seks yang dilakukan saat istri tengah hamil, menurut Dr Anita sah-sah saja dilakukan. Karena pada umumnya, saat hamil posisi doggy style lazim dilakukan. Karena posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

“Meski anal seks dapat dilakukan saat pasangan tengah hamil, hanya saja harus tetap memerhatikan kondisi. Artinya, jangan melakukan hubungan seks terlalu aktif karena takut berisiko tinggi untuk menimbulkan keguguran atau flek,” tukasnya.

Gimana guys, jangan lupa untuk menuliskan pengalaman kalian di kolom komentar.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s