Menahan Ejakulasi Saat Masturbasi? Ini Efeknya


tumblr_ody79n3xqy1tuh4e9o1_250

Dengan berbagai alasan masing-masing, pria seringkali melakukan masturbasi. Namun tak jarang juga yang tak mengeluarkan spermanya alias ditahan di dalam.

Menurut seksolog dr Andri Wanananda, MS, masturbasi wajar dilakukan oleh pria. Hanya saja sebaiknya saat sudah mencapai orgasme, jangan memaksa untuk menahan ejakulasi. Mengapa demikian?

“Sewajarnya setelah mencapai orgasme, ejakulasi tidak Anda kekang. Jelasnya, biarkan sperma keluar dari penis,” terang dosen pengajar di Universitas Tarumanegara ini kepada All About Mens.

dr Andri melanjutkan, jika sperma selalu ditahan keluar maka akan terjadi arus balik atau yang sering disebut juga sebagai retrograde flow. Arus balik ini bisa terjadi menuju kandung kemih dan kelenjar prostat.

“Tidak baik efeknya di kemudian hari untuk organ-organ reproduksi Anda,” tandas dr Andri.

Menurut dr Andri, siklus seksual merupakan suatu proses yang diawali dengan rangsangan seksual, yang bila dilakukan dengan pasangan maka disebut sebagai foreplay. Kemudian terjadi peningkatan menuju tahap orgasme dan diikuti dengan ejakulasi sperma. Baru kemudian tiba masa refrakter dan relaksasi. Dengan demikian proses yang alami ini sebaiknya jangan dihambat.

“Bila dihambat, efek sampingnya akan mengganggu produksi dan penyaluran cairan sperma dari buah zakar. Selain itu juga mengganggu organ-organ genitalia pendukung dari proses alami ini,” tutup Dr Andri.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s