Kesehatan Pria Berdasarkan Usia


14720401_1798016033800536_7470997029574945008_n

Seperti perempuan, para pria pun mengalami perubahan kondisi dan fungsi seksual. Mengabaikan asupan makanan dan gaya hidup di usia muda, bisa berakibat terganggunya kondisi kesehatan dan seksual di usia senja. Apa saja yang harus diperhatikan?

USIA 20-an
Kondisi umum : Usia 20-an adalah puncak kondisi kesehatan seseorang. Pada usia ini kondisi tubuh sedang fit. Kondisi tanpa masalah itu kerap membuat para pria lupa mengatur makanannya, dan lupa istirahat. Apalagi jika kuliah atau kerja. Hal ini akan membuatnya mudah terpapar berbagai macam penyakit, seperti tifus dan diare.

Disarankan pada usia ini para pria selalu memperhatikan makan, istirahat, dan olahraga. Pilihan olahraga sangat leluasa, karena berbagai macam kegiatan olahraga bisa dicoba.
Jika terkena penyakit-penyakit ringan, pada usia ini proses penyembuhannya lebih mudah. Kemungkinan terkena penyakit seperti hipertensi atau diabetes, kecil. Kecuali jika memiliki riwayat keluarga menderita penyakit tersebut dan benar-benar tidak bisa menjaga kesehatan.Istirahat cukup perlu menjadi perhatian utama, terutama bagi pria yang tinggal di kota besar. Kecenderungan masyakarat kota, saat akhir pekan, justru hura-hura dan begadang.

Seks :
Pada usia ini, aktivitas seksual pria bisa dibilang sedang dalam kondisi fit. Namun, tidak ada jaminan untuk mengatakan pada usia 20-an pria tidak mengalami penyakit. Beberapa faktor dari luar menimbulkan risiko pada usia muda mengalami penyakit atau gangguan fisik.Demikian juga gaya hidup tak sehat, seperti merokok berlebihan, kurang tidur, dan tidak pernah berolahraga, dapat menimbulkan akibat buruk secara fisik. Bahkan karena gangguan fisik tertentu, pada usia 20-an sudah nyata mengalami hambatan dorongan seksual dan gangguan ereksi.

USIA 30-an
Kondisi umum : Usia 30-an adalah usia maintenance, alias butuh perawatan. Jika tidak memperhatikan makan, misalnya makan berlebihan, akan mudah sekali jatuh ke obesitas atau kegemukan.

Selain itu, karena kesibukannya, para pria lupa berolahraga. Akibatnya, kadar kolesterol dan asam urat tinggi. Jadi, memang harus dibiasakan olahraga, makan teratur, dan istirahat cukup.Penyakit yang mungkin muncul antara lain tifus dan penyakit akibat faktor lingkungan seperti demam berdarah. Jika dalam keluarga memiliki risiko hipertensi atau kencing, manis, maka pria berusia di atas 30-an bisa terkena penyakit-penyakit itu.

Seks :
Setelah mencapai usia 30 tahun berbagai penurunan mulai terjadi di dalam tubuh manusia. Berbagai hormon mulai menurun, termasuk hormon yang berkaitan dengan fungsi seksual, khususnya testosteron. Tetapi pada usia 30-an orang belum merasakan penurunan itu.

Padahal jika dilakukan pemeriksaan darah, sudah tampak mulai terjadi penurunan, antara lain kadar berbagai hormon, khususnya testosteron. Sebagian pria 30-an merasakan dorongan seksual tidak sekuat pada usia 20-an. Apalagi jika banyak beban psikis seperti beban kerja dan masalah lain.

USIA 40-an
Kondisi Umum : Pada usia ini, pria mengalami penurunan sedikit kemampuan, yaitu tak seenergik pria yang berusia 20 tahun, misalnya. Jika seumpama seorang pria sejak muda punya kebiasaan kurang tidur, di usia 40 tahun ia biasanya sudah mengalami kelelahan.

Dalam melakukan olahraga mesti perhatikan beberapa hal, apalagi jika memiliki hipertensi atau penyakit jantung. Pria yang bertubuh gemuk pada usia 40 tahun ke atas sebaiknya mengurangi olahraga beban. Karena ada kemungkinan sudah ada masalah dengan otot atau persendian. Jadi jangan terlalu memaksakan untuk melakukan suatu kegiatan olahraga yang cukup berat.

Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai, yaitu penyakit-penyakit degeneratif (penyakit yang terjadi karena bertambahnya usia). Penyakit-penyakit ini terjadi terutama karena pola hidup yang kurang sehat, misalnya tidak memperhatikan makan (kandungan asam urat, kolesterol, garam). Maka bisa saja di atas 40 tahun akan mengalami berbagai penyakit, apalagi jika didukung faktor risiko lain seperti kegemukan.
Beberapa penyakit atau konsekuensi yang mungkin muncul:

– Serangan jantung koroner. Penyebabnya antara lain rokok, hipertensi, kegemukan, peningkatan kekentalan darah, kencing manis, kurang olah raga, dan stres yang berat.
– Peningkatan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menumpuk di pembuluh darah terutama di pembuluh darah otak dan jantung koroner. Jika memiliki faktor lain seperti kegemukan, merokok, dan kencing manis, risiko terjadinya serangan jantung atau stroke makin meningkat.
– Kadar asam urat tinggi. Mengakibatkan terjadinya peradangan pada sendi kaki. Sendi membengkak dan menimbulkan nyeri yang hebat. Bisa menumpuk di ginjal menyebabkan terbentuknya pasir dan batu ginjal.

Seks :
Pada usia 45 tahun ke atas, penurunan fungsi tubuh semakin nyata. Kadar hormon testosteron semakin menurun, demikian juga hormon yang lain. Massa otot dan kekuatan otot mulai menurun, lemak tubuh meningkat, dan berbagai penyakit muncul yang dapat mengganggu fungsi seksual, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi.
Faktor psikis juga dapat mengganggu fungsi seksual, misalnya kejenuhan dengan suasana sehari-hari, hilangnya kemesraan dengan pasangan, hilangnya daya tarik pasangan, kekecewaan, dan kejengkelan.

Di samping fungsi seksual, kesuburan pria juga menurun. Kuantitas dan kualitas sel spermatozoa juga menurun. Jadi, tidak benar anggapan yang menyatakan kesuburan pria tetap tinggi walaupun usia sudah lanjut. Karena itu dianjurkan pada usia di atas 40 tahun, pria dan perempuan sebaiknya tidak mempunyai anak lagi.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s