Gambaran Pria Ideal di Amerika Serikat Hingga Australia


tumblr_o6y11rjzxg1r8cf4no3_540Seperti apa gambaran pria ideal menurut Anda? Bertubuh tinggi, atletis, hidung mancung, berkulit putih, atau semua kriteria itu tidak masuk dalam standar Anda? Seperti hal nya wanita, pria pun kerap diresahkan dengan ‘standar’ kualitas fisik yang kerap ‘dibawa’ media massa lewat iklan televisi maupun cetak, fashion spread di majalah atau billboard.

Jika wanita dibuat iri dan para pria tergila-gila dengan model-model seksi Victoria’s Secret seperti Alessandra Ambrossio atau Behati Prinsloo, maka sosok seperti apa yang membuat kaum Adam merasa insecure tengan tampilan fisiknya? Sebelum itu, mari merunut kembali ke tahun 2012 dan 2014.

Your Tango menulis, antara 2012 hingga 2014 telah terjadi peningkatan jumlah produk perawatan untuk pria hingga 70 persen. Di 2013 saja, industri kecantikan menunjukkan peningkatan penjualan produk khusus pria hingga USD 3,3 miliar. Data ini menunjukkan bahwa pria sebenarnya juga sangat memerhatikan penampilan mereka seperti hal nya wanita.

Faktor penyebabnya cukup beragam, namun diduga kemunculan para selebriti pria berkulit putih dan berwajah maskulin amat berperan dalam hal ini. Menurut BuzzFeed, di Amerika Serikat, pria seperti Chris Evans, Channing Tatum dan Chris Pratt dinilai sebagai gambaran pria ideal masa kini. Ada kesamaan di antara ketiganya; berkulit putih, berotot, punya tubuh atletis dan terlihat maskulin.

Tak jarang, banyak pria menganggap itu sebagai kualitas yang harus mereka miliki untuk menarik perhatian lawan jenis. Ya, di Amerika Serikat hampir semua sepakat bahwa pria pria yang paling memiliki daya tarik adalah mereka yang berkulit putih, atau setidaknya tone kulitnya cerah.

Tidak jauh berbeda dari Amerika Serikat, Brasil dan Afrika Selatan pun memiliki standar pria ideal yang kurang lebih sama. Meskipun mayoritas masyarakat di Brasil dan Afrika Selatan berkulit cokelat dan gelap (Di Afrika Selatan 79,6 persen orang berkulit gelap), namun memiliki kulit yang putih masih dianggap sebagai gambaran ideal kecantikan maupun ketampanan seseorang. Produk pemutih dan pencerah kulit pun laris manis di negeri kelahiran Gisele Bundhcen dan Charlize Theron itu.

Begitu juga di Korea Selatan, kulit yang putih bersih –bahkan hampir pucat– dianggap sebagai simbol kebersihan dan kepolosan. Bahwa seseorang rajin merawat diri dan semakin putih, maka akan dinilai semakin cantik/tampan. Maka tak heran jika produk pemutih kulit cukup laris di Korea Selatan meskipun mayoritas orang di sana sudah berkulit putih.

Sementara di Turki dan Italia, pria ideal adalah mereka yang memerhatikan dan merawat rambut tubuhnya. Pria-pria Turki akan menghilangkan bulunya secara berkala dengan waxing, sementara pria Italia lebih suka menatanya. Uniknya, di Italia para prianya bisa ‘bebas’ memakai busana berwarna pink atau ungu tanpa harus khawatir disebut tidak macho. Sedangkan di Nigeria dan Meksiko, terlihat macho atau jantan adalah hal yang paling utama.

Bergerak ke Australia, pria-pria di negeri kanguru itu lebih mengutamakan tubuh yang berotot. Banyak di antaranya yang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk membentuk otot-otot yang membuat mereka terlihat lebih maskulin. Beberapa dari mereka juga dilaporkan melakukan pembesaran penis, lippsuction hingga ‘memperbaiki’ bentuk telinga.

Data yang didapatkan dari sekitar 196 kota ini menunjukkan, bahwa tidak hanya wanita yang merasa insecure dengan penampilannya. Pria pun tak lepas dari tekanan untuk menjadi sempurna.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s