Kenapa banyak pria normal takut lihat gay?


cwh_k69vqaaawhc

Pria suka sejenis (gay) memang kerap kali menjadi sindiran hampir sebagian orang. Bahkan tak banyak pula dari kaum pria normal yang takut jika harus berhubungan atau sekedar melihat gay.

Menanggapi hal tersebut, Baby Jim Aditya selaku psikolog seksual, hipnoterapis dan grafoterapis mengungkapkan, adanya pengaruh sosial keliru yang terjadi dalam pola pikir para pria yang takut ketika melihat gay

“Jika ada seorang pria yang takut ketika melihat atau harus dihadapkan dengan seorang gay, tandanya mereka mendapatkan pengaruh sosial yang keliru. Dan itu menurut saya suatu kesalahan. Karena kalau kita pikirkan, semua yang ada di dunia itu diciptakan oleh Tuhan, termasuk gay. Jadi seharusnya tak ada perbedaan perilaku antara gay dengan manusia pada umumnya,” kata Baby saat dihubungi.

Baby menjelaskan, pengaruh sosial yang keliru itu berupa adanya pembentukan masyarakat sejak dulu kala, bahwa pasangan pria adalah wanita, begitu pun sebaliknya. Karenanya, kebanyakan dari mereka tak menerima jika ada pasangan yang tak sesuai kodrat yang ada.

“Jadi kalau ditanam sosialisasi keliru, kita tidak akan pernah menempatkan apa yang seharusnya. Misal, dalam suatu lingkup, ada salah satu yang berbeda dengan umumnya, kita pasti akan menghindari karena merasa tak nyaman. Padahal itu kan salah, kalau memang ada yang berbeda, itu kan kita disuruh berpikir atau menyebarluaskan sisi positif yang bisa diambil dari perbedaan. Bukan malah seperti menghindar atau hingga menghina. Itu salah besar,” paparnya.

Selain itu, Baby pun menentang persepsi beberapa pria yang menghindar dari gay karena alasan takut tertular. Dia menegaskan bahwa gay bukan penyakit, sehingga tak perlu dikhawatirkan akan menular.

“Kalau memang gay itu menular, pasti mereka sudah terlebih dahulu menularkan itu ke orangtua atau keluarga yang setiap hari ditemui. Gay itu bukan penyakit. Mereka sama saja seperti manusia biasa, cuma hanya diciptakan Tuhan sedikit berbeda,” ujarnya.

“Tuhan memberikan sesuatu itu untuk berpikir, bukan untuk salah-menyalahkan. Apa bedanya gay dengan manusia biasa pada umumnya? Mereka bisa bekerja di kehidupan sehari-hari sama kok. Malah terkadang gay mempunyai kemampuan khusus yang tak dimiliki orang banyak. Kita harus ambil sisi positif. Rangkul lah gay seperti pada manusia pada umumnya,” tutupnya.

Sumber :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s